Love and Live Your Body

Standar

Buuuuk, pernah tak berkaca di depan cermin, trus ayun badan tampak depan, tampak samping, tampak belakang lalu bergumam, “Diiiiiih, itu lemak kok ya ngumpul semua di perut siiih. Kenapa ga ngumpul di *niiiiiit* (sensor) atau di *niiiiiiiiit* (sensor lagi)  aja sih biar good looking dikit ni body?!”

Belum juga puas mengomentari bentuk tubuh yang cetar bak chello itu, tiba-tiba pandangan mata tertuju pada gurat-gurat perak yang membekas di sana dan di sini. Hela nafas panjaaaaaaang.

Pikiran melayang membayangkan postur tubuh para model iklan komersial dan peserta kontes kecantikan yang wara-wiri di media massa, kemudian hening lalu nelangsa sambil beretorika, “Kapaaaaan aku bisa langsing semlohay bohay seperti model-model itu ya?”

Read the rest of this entry

Jangan Lukai Hatiku dengan Tanyamu

Standar

Kita pasti sudah tak asing lagi dengan pertanyaan, “Kapan nikah?”, “Kapan punya momongan?”, “Kapan nambah momongan?”, “Ayo kapan coba lagi? Siapa tahu cewek/cowok.” (Kalimat yang terakhir sih biasanya dilontarkan untuk mereka yang punya beberapa anak dengan jenis kelamin sama, seperti saya contohnya hahahahahaasyem… *curcol*😀 )

Mungkin kita tidak sadar jika pertanyaan semacam itu bisa saja menyinggung hati yang ditanya. 

Read the rest of this entry

Jika Aku Harus Bercerai

Standar

Hati istri mana yang sanggup bertahan saat menjumpai suaminya tidak lagi setia? Tentulah hati sang istri akan hancur. Air mata akan jatuh tak tertahankan, amarah bergejolak, dada terasa sesak dan bumi terasa berhenti berputar.

Tak sedikit pernikahan yang harus berakhir lantaran salah satu pasangan atau bahkan keduanya telah tega mengingkari janji setia. Salah satu penyebab goyahnya ikrar sebuah pernikahan adalah godaan dan fitnah dunia.

Fitnah dunia memang luar biasa dahsyat. Pornografi menjamur, prostitusi seakan legal, hubungan suami istri tanpa pernikahan dianggap biasa, transgender merajalela, pelaku hubungan sejenis kini dibela seolah mereka kaum terdriskriminasi dan masih banyak lagi fitnah dunia lainnya yang dapat menggoyahkan iman seseorang.

Read the rest of this entry

Wahai Ibu, Jangan Sia-siakan Ijazahmu

Standar

Yaa ukhti fillah, menjadi seorang ibu membutuhkan tanggung jawab yang sangat besar. Kampung akhirat seorang ibu dipertaruhkan lewat caranya mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Bagi seorang ibu, anak-anak hendaklah menjadi prioritas utamanya, terlebih lagi karena saat ini kita hidup di jaman dimana akhlak dan moral mudah tergerus oleh sebab lemahnya iman. 

Setiap ibu tentu mempunyai pilihan hidup masing-masing. Ada yang harus bekerja di luar rumah karena alasan yang syar’i, dan ada pula yang mengabdikan dirinya di rumah. 

Read the rest of this entry

Hijabmu Bukan Masalah Bagiku

Standar

Beberapa waktu lalu sempat membaca sebuah tulisan tentang fenomena hijab syar’i yang jika saja akidah pembacanya tidak teguh maka (mungkin) akan mudah sekali dibolak-balikkan hatinya dan rawan tergelincir ke dalam pemahaman yang keliru. 

Lewat tulisan ini, bismillahirrahmanirrahiim, saya mencoba untuk mengutarakan isi hati dan kepala saya tak lama setelah membaca tulisan tersebut.

Mohon tulisan ini jangan dipahami sebagai tandingannya ya karena diperlukan tanggung jawab dan ilmu yang cukup untuk menanggapinya dan ilmu saya masih jauuuuuuuuuuuh dari seujung kuku alias belum ada apa-apanya hehehehe….🙂

Read the rest of this entry

Teman Seperti Apakah Kamu?

Standar

Pernahkah mendengar sebuah pepatah, “Satu musuh itu terlalu banyak, sedangkan seribu teman itu terlalu sedikit”?
Benarkah seribu teman itu terlalu sedikit? Coba deh tengok akun jejaring sosial mediamu. Coba hitung berapa temanmu disana. Lalu tambahkan dengan jumlah teman-temanmu di dunia nyata.
Sudah ada seribu lebih kah?
Apa???? Belum????
Hmmmm.. ketahuan kalo kamu pasti jarang eksis dan kuper banget. Hehehehhe.. Bercandaaaa… Abaikan, abaikan..
Kira-kira diantara teman yang jumlahnya seribu lebih itu, mana yang benar-benar teman, ngaku-ngaku teman atau bahkan lebih parah lagi berpura-pura teman?😀
Provokatif ini bahasanya yaaaa. Tenaaang, bukan maksudku untuk mengajak berpikiran negatif atau su’uzhzhan, tapi semata-mata mengajak kita semua berpikir realistis bahwa benar adanya kalau seribu teman itu memang terlalu sedikit jika mereka bukan teman sejati.🙂

Read the rest of this entry

Yaa Ukhti, Hijrahmu adalah Ujian Bagiku

Standar

Alhamdulillah, hati ini terasa sejuk tatkala melihat banyak saudariku kaum muslimah yang mulai hijrah untuk berhijab. Tak peduli bagaimana akhlak dan kepribadiannya, berhijab adalah wajib dan mutlak bagi tiap muslimah. Maka ketika melihat banyak saudariku yang mulai menutup auratnya, hati ini tak hentinya bertakbir dan bersyukur pada Allah sembari berdoa supaya kami semua istiqamah dan dikuatkan di jalan Allah.
Pengalaman hijrah masing-masing muslimah tentu berbeda,  namun sayangnya (biasanya) ada saja orang yang nyinyir dengan proses hijrah tersebut. Nyinyirnya seperti apa sih? Hmmmmm… Coba aku rangkum sedikit ya.

Read the rest of this entry